MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1447 HIJRIAH, MAHKAMAH PELAYARAN MENYELENGGARAKAN KEGIATAN MUNGGAHAN DAN CERAMAH AGAMA ISLAM SEBAGAI MOMENTUM REFLEKSI, SILATURAHMI, SERTA PENGUATAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DAN KEBERSAMAAN DI LINGKUNGAN KERJA


Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Mahkamah Pelayaran menyelenggarakan kegiatan Munggahan dan Ceramah Agama Islam sebagai momentum refleksi, silaturahmi, serta penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat,tanggal 13 Februari 2026 Pukul 11.00 WIB s.d. 11.45 WIB bertempat di Mataram Lounge kantor Mahkamah Pelayaran dengan mengundang Penceramah H. Mangun Pujono, Lc.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Mahkamah Pelayaran, Capt. Sahattua P. Simatupang, M.M., M.H., CGCAE, yang dalam arahannya melalui platform Zoom Meeting beliau menekankan pentingnya menjaga toleransi beragama, saling menghormati, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat integritas, etika, dan nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Sedangkan Ustadz H. Mangun Pujono, Lc., dalam ceramahnya menyampaikan bahwa ibadah puasa merupakan salah satu ibadah utama yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan moral yang sangat mendalam, khususnya di bulan Ramadhan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana membentuk pribadi muslim yang bertakwa, sabar, disiplin, serta penuh empati terhadap sesama.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan perilaku selama menjalankan ibadah puasa, agar Ramadhan dapat dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan tuntunan serta sunnah Nabi kita, Muhammad Rasulullah SAW. Keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, dan kesehatan menjadi kunci agar setiap insan mampu menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab dan keberkahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun suasana kerja yang harmonis, religius, dan saling menghargai, sehingga Mahkamah Pelayaran tidak hanya kuat secara profesional, tetapi juga kokoh dalam nilai spiritual dan kemanusiaan.

Red. Admin_Mahpel 13/02/2026.